Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Karena Demi Hukum, Jangan Membunuh Warisan Budaya Papua

Gambar
Di balik nyala api pemusnahan yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, tersimpan luka kultural yang tak kasatmata. Beberapa waktu lalu, BBKSDA mengumumkan hasil patroli terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar di Papua. Hasil operasi itu memang patut diapresiasi karena berhasil menyelamatkan puluhan satwa dilindungi dari jerat perdagangan ilegal. Namun, ketika barang bukti berupa aksesori dan bagian tubuh satwa dibakar tanpa pertimbangan budaya, di sanalah aturan kehilangan jiwa, dan hukum kehilangan rasa. Saya memahami bahwa pemusnahan dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 26 Tahun 2017, yang memberi dasar hukum terhadap pengelolaan barang bukti hasil tindak pidana konservasi. Tetapi peraturan itu relatif dan tidak mutlak hanya berbicara soal pemusnahan. Dalam Permen tersebut ada banyak pilihan tindakan: mulai dari identifikasi, penyimpanan, penitipan, pengujian laboratorium, pelelangan, hingga peruntuk...

Daftar Isi Judul Penulisan CN

Daftas Isi Judul Penulisan Coretan Nusantara: Memilih Pemimpin  180° Hanya Dengan Rambut Lurus dan Hati Keriting

Rasisme yang Berseragam Nusantara

Gambar
Tim Nasional Indonesia menghadapi laga berat di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang kebanggaan justru meninggalkan luka batin, bukan karena skor 2–3 atau peluang yang hilang, melainkan karena suara-suara dari tribun maya yang mengoyak kemanusiaan. Ujaran rasis menimpa Sayuri bersaudara, Yakob dan Yance, setelah kekalahan dari Arab Saudi dan tanggal 9 dan 12 Oktober 2025 di King Abdullah Sport City. Akun media sosial mereka dibanjiri cacian, hinaan, dan kata-kata tak senonoh. Di antara ribuan komentar, sebagian besar berisi hujatan bernada rasis, menyamakan mereka dengan "kera", "monyet", "anjing". Hanya karena satu momen, ketika Yakob Sayuri dianggap menarik baju pemain Arab Saudi, Feras Al-Buraikan, yang berujung penalti, mereka dijadikan kambing hitam kekalahan Timnas. Seolah satu kesalahan dalam permainan menjadi alasan untuk menumpahkan segala kebencian yang telah la...