Postingan

Karena Demi Hukum, Jangan Membunuh Warisan Budaya Papua

Gambar
Di balik nyala api pemusnahan yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, tersimpan luka kultural yang tak kasatmata. Beberapa waktu lalu, BBKSDA mengumumkan hasil patroli terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar di Papua. Hasil operasi itu memang patut diapresiasi karena berhasil menyelamatkan puluhan satwa dilindungi dari jerat perdagangan ilegal. Namun, ketika barang bukti berupa aksesori dan bagian tubuh satwa dibakar tanpa pertimbangan budaya, di sanalah aturan kehilangan jiwa, dan hukum kehilangan rasa. Saya memahami bahwa pemusnahan dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 26 Tahun 2017, yang memberi dasar hukum terhadap pengelolaan barang bukti hasil tindak pidana konservasi. Tetapi peraturan itu relatif dan tidak mutlak hanya berbicara soal pemusnahan. Dalam Permen tersebut ada banyak pilihan tindakan: mulai dari identifikasi, penyimpanan, penitipan, pengujian laboratorium, pelelangan, hingga peruntuk...

Daftar Isi Judul Penulisan CN

Daftas Isi Judul Penulisan Coretan Nusantara: Memilih Pemimpin  180° Hanya Dengan Rambut Lurus dan Hati Keriting

Rasisme yang Berseragam Nusantara

Gambar
Tim Nasional Indonesia menghadapi laga berat di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang kebanggaan justru meninggalkan luka batin, bukan karena skor 2–3 atau peluang yang hilang, melainkan karena suara-suara dari tribun maya yang mengoyak kemanusiaan. Ujaran rasis menimpa Sayuri bersaudara, Yakob dan Yance, setelah kekalahan dari Arab Saudi dan tanggal 9 dan 12 Oktober 2025 di King Abdullah Sport City. Akun media sosial mereka dibanjiri cacian, hinaan, dan kata-kata tak senonoh. Di antara ribuan komentar, sebagian besar berisi hujatan bernada rasis, menyamakan mereka dengan "kera", "monyet", "anjing". Hanya karena satu momen, ketika Yakob Sayuri dianggap menarik baju pemain Arab Saudi, Feras Al-Buraikan, yang berujung penalti, mereka dijadikan kambing hitam kekalahan Timnas. Seolah satu kesalahan dalam permainan menjadi alasan untuk menumpahkan segala kebencian yang telah la...

Food Estate: Alternatif Menuju Evolusi Kedaulatan Pangan Nasional

Gambar
Program food estate atau lumbung pangan nasional adalah program jangka panjang pemerintah Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Konsep ini mengintegrasikan pertanian, perkebunan, dan peternakan, mengingat pangan sebagai sumber daya vital yang memiliki kompleksitas tinggi. Berbagai faktor dan pihak terlibat membentuk dinamika pangan yang tidak sederhana. Karena itu, diperlukan kajian sosio-ekologis terhadap lahan yang digunakan, agar pemanfaatannya tidak merusak ekosistem. Evolusi kedaulatan pangan nasional perlu diarahkan pada pengembangan dan transformasi pangan melalui efikasi kolektif. Indikatornya mencakup ketersediaan dan stabilitas pangan, aksesibilitas, serta kualitasnya. Dengan penerapan teknologi digital dan penguatan ekonomi berdikari, program food estate diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus kedaulatan pangan nasional.

Indonesia Timur dan Tren Musik Hip-Hop yang Mengguncang

Gambar
Akhir-akhir ini, terlebih di tahun 2025, aku semakin sering melihat dan mendengar betapa karya seni musik anak-anak Indonesia Timur dari Papua, Maluku, dan NTT terus bermekaran tanpa henti. War karya musik setiap hari, deretan lagu baru hadir dengan kualitas bergenre Hip-Hop yang makin menggetarkan. Musik dari Timur tak hanya mengisi ruang dengar, tetapi juga merasuk ke hati, menembus batas pulau, bahkan melintasi benua. Ia menjadi suara yang menggema, membawa kehangatan budaya dan cerita, serta membuktikan bahwa Timur tak pernah kehabisan nada dan makna. Setiap nada dan maknanya adalah bukti bahwa kreativitasnya adalah cahaya yang tidak bisa dipadamkan. Yang selalu membedakan anak-anak Timur dari artis papan atas adalah cara mereka melahirkan karya yang bukan dari kemewahan fasilitas, tetapi dari keinginan yang murni dan semangat yang menyala. Mereka menciptakan musik dengan peralatan seadanya, dari apa yang tersedia di sekitar, namun penuh dengan daya cipta. Setiap nada dan lirik lah...

Tamparan di Pipi Gereja dan Beban Salib Kristus: Sebuah Refleksi Teologis atas Intoleransi di Indonesia

Gambar
Di berbagai wilayah Indonesia, kita masih menyaksikan fakta menyedihkan tentang gereja-gereja yang disegel, ibadah yang dibubarkan, umat Kristen yang diintimidasi, bahkan ditolak hak dasarnya untuk beribadah. Peristiwa-peristiwa intoleransi ini bukan hanya berita duka bagi kerukunan bangsa, tetapi juga menjadi pukulan keras bagi umat Kristen. Namun, apakah ini hanya tentang keadilan sosial dan kebebasan beragama semata? Atau adakah sesuatu yang lebih dalam, sebuah makna spiritual dan teologis yang sedang Allah izinkan untuk kita alami? Yesus pernah berkata dalam Khotbah di Bukit: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu." (Matius 5:39) Ajaran ini sering kali terdengar utopis, bahkan sulit diterima. Namun inilah yang membedakan Kekristenan: kasih yang radikal, kasih yang tak bersyarat, bahkan terhadap mereka yang menyakiti kita. Intoleransi sebagai...